Tampilkan postingan dengan label internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label internasional. Tampilkan semua postingan

46 Persen Rakyat Israel Tidak Percaya Obama

Sabtu, 17 Juli 2010

Pandangan rakyat Israel terhadap Obama tetap negatif, meskipun Presiden AS itu sudah menegaskan dukungan keamanan bagi Israel,yang sifatnya permanen. Kunjungan Netanyahu ke Washington belum lama ini, dinilai positip, tetapi dinilai gagal mencapai tujuannya.

Kalangan rakyat Israel menyakini bahwa pemerintahan Obama, dinilai lebih pro terhadap Palestina. Di mana dari hasil jajag pendapat menyatakan lebih 46 persen rakyat Israel lebih menyakini sejatinya Obama lebih Palestina, ketimbang kepada Israel.

Selanjutnya, jajag pendapat yang diselenggarakan sebuah lembaga yang berada di bawah Koran Jerusalem Post, menyebutkan hanya 10 persen yang menyakini bahwa Obama itu mendukung Israel. Selebihnya, 34 persen yang tidak bersikap (netral).

Polling itu mewakili 515 persen Yahudi Israel, yang menjadi sampel dalam survei, termasuk dikalangan ramaja Yahudi, dan hanya 4.4 persen yang eror. Jajak pendapat yang diselenggarakan untuk menilai bagaimana pendapat rakyat Israel terhadap Obama, sesudah bertemu dengan Obama? Tetapi, mayoritas rakyat Israel tetap tidak percaya terhadap Obama mendukung Israel, kaitannya dangan kasus Palestina. Meskipun, dalam pertemuan itu, nampak Obama tidak terlalu mendesak Netanyahu, khususnya dalam upaya-upaya mewujudkan perdamaian di Timur Tengah.

Meskipun, pertemuan antara Netanyahu dengan Obama di Gedung Putih, kali lebih menunjukkan persabatan, tetapi rakyat Israel tetap tidak merasa optimis dengan Obama. Hal itu, berlangsung tidak lama sesudah Netanyahu memberikan wawancaranya dengan pada stasiun telivisi Israel.

Polling yang diselenggarakan oleh Jerusalem Post itu, menunjukkan pandangan rakyat Israel yang semakin menyakini bahwa Obama lebih berat kepada Palestina itu semakin meningkat, dari hanya 14 persen, sekarang dapat mencapai 50 persen.

Artinya, Obama yang sudah sangat membela Israel itu, tetap di mata rakya Israel sebagai kepala negara yang mendukung Palelstina, dibandingkan dengan mendukung Israel. Ini hanya salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah Israel, lembaga publik untuk terus menekan Obama, supaya jangan terlalu jauh mendukung Palestina, melalui sebuah isu perdamaian. Israel tidak menginginkan itu.

Sumber : eramuslim
READ MORE - 46 Persen Rakyat Israel Tidak Percaya Obama

Dekati Gaza kapal bantuan Libya berhenti

Rabu, 14 Juli 2010

Sebuah kapal kargo pembawa bantuan kemanusiaan dari Libya mulai mendekat ke perairan Jalur Gaza, Rabu 14 Juli 2010. Namun, kapal bernama "Amalthea" itu kini berhenti saat masih berada di perairan internasional, atau berada di posisi sekitar 130 km dari Gaza. 

Demikian ungkap militer Israel. Kapten kapal berbendera Moldova itu pada Selasa tengah malam mengatakan kepada angkatan laut Israel bahwa Amalthea mengalami masalah pada mesin. Upaya perbaikan tengah dilakukan.

Namun, tak jelas apakah Amalthea bakal meneruskan niat untuk menuju perairan Gaza, yang masih diblokir Israel sejak tiga tahun lalu. Pasalnya, militer negara Zionis itu tampaknya tidak ingin membiatkan Amalthea mendekat. Buktinya, empat kapal rudal Israel sudah membuntuti Amalthea.

Pejabat militer Israel juga mengungkapkan bahwa menurut informasi kapten kapal, Amalthea berencana bergerak menuju pelabuhan el-Arish, Mesir. Pelabuhan itu dekat dengan Gaza. Sebelumnya, Mesir sudah berjanji akan menampung bantuan dari Libya itu bila kapal merapat ke el-Arish dan akan dikirim ke Gaza melalui jalur darat.

Namun, seorang juru bicara misi bantuan Libya, Youssef Sawani, menyatakan bahwa kapal justru diharapkan bisa bergerak ke Gaza. Mereka berjanji tidak akan melawan dengan kekerasan bila ternyata kapal itu dicegat Israel.

"Pertama dan yang terutama, kami ingin tiba di Gaza. Bila ini tidak memungkinkan, kami tidak mau membawa semua orang ke dalam bahaya," kata Sawani, yang menjadi pengurus Yayasan Amal dan Pembangunan Internasional Ghadafi. Dipimpin oleh putra pemimpin Libya, Muammar Ghadafi, yayasan itu memesan kapal Amalthea itu membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Kendati berkeinginan menyampaikan bantuan ke Gaza, Sawani menyatakan bahwa rekan-rekannya di atas kapal tidak akan mengulangi tragedi Mavi Marmara pada 31 Mei lalu. Saat itu, kapal Mavi Marmara dicegat secara paksa oleh pasukan komando Israel ketika bergerak menuju perairan Gaza sehingga menewaskan sembilan aktivis pro-Palestina. 

Amalthea bertolak dari Yunani pada Sabtu pekan lalu dengan membawa 2.000 ton makanan dan peralatan medis. Sawani mengaku saat ini tidak bisa melakukan hubungan langsung dengan siapapun di kapal, karena sinyal komunikasi sudah diacak Israel.

Vivanews.com
READ MORE - Dekati Gaza kapal bantuan Libya berhenti